Postingan

Golongan yang Mendapat Murka Allah Pada Hari Kiamat

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw. sebagai berikut: سَبْعَةٌ لاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِم الخَالِقُ يَوْمَ القِيَامَةِ وَلاَ يُزَكِّيْهِمْ وَيُدْخِلُهُم النَّارَ: الفَاعِل، وَالمَفعُولُ بِهِ، وِالنَّاكِحُ بِيَدِهِ، وَنَاكِحُ البَهِيْمَةِ، ونَاكِحُ المَرْأَةِ مِنْ دُبُرِهَا، وَالجَامِعُ بَيْنَ المَرْأَةِ وَابْنَتِهَا، والزَّانِي بِحَلِيْلَةِ جَارِهِ وَالمُؤْذِي جَارَهُ حَتَّى يَلْعَنُهُ "Tujuh orang (golongan) yang nanti pada hari kiamat, Allah tidak memandangi mereka dengan pandangan rahmat, tidak pula menyucikan mereka, bahkan memasukkan mereka ke dalam neraka, yaitu: Orang yang mengerjai dan dikerjai (bermain seks dengan sesama jenis). Orang yang nikah dengan tangannya (masturbasi). Orang yang menyetubuhi binatang. Orang yang menyetubuhi dubur perempuan. Orang yang mengawini perempuan beserta anaknya sekaligus. Orang yang berzina dengan istri tetangga dan orang yang menyakiti tetangga sampai tetangga itu mengumpatnya." Golongan yang mendapat murka Allah nanti pada hari kiamat i...

Wasiat Malaikat Jibril Kepada Rasulullah Saw.

Sebagaimana hadits Nabi Saw. yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah Al Anshari ra. yang bersumber langsung dari Nabi Muhammad Saw., bahwa beliau bersabda yang artinya sebagai berikut: ماَ زَالَ يُوْصِيْنِي جِبْرِيْلُ بِالجَارِّ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ يَجْعَلُهُ وَارِثًا، وَمَا زَالَ يُوْصِيْنِي بِالنِّسَاءِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُحْرِمُ طَلاَقَهُنَّ، وَمَا زَالَ يُوْصِيْنِي بِالمَمْلُوْكِينَ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ يَجْعَلُ لَهُمْ وَقْتًا يَعْتِقُونَ فِيْه، وَمَا زَالَ يُوْصِيْنِي بِالسِّوَاكِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ فَرِيْضَةٌ، وَمَا زَالَ يُوْصِيْنِي بِالصَّلاَةِ فِى الجَمَاعَةِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ لاَ يَقْبَلُ ا للّٰهُ تعَالى صَلاَةً إلاَّ فِى الجَمَاعَةِ، وَمَا زَالَ يُوْصِيْنِي بِقِيَامِ اللَّيْلِ حَتّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ لاَ نَوْمَ بِاللَّيْلِ، وَمَا زَالَ يُوْصِينِي بِذِكْرِ اللّٰهِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ لاَ يَنْفَعُ قَوْلٌ إلاَّ بِهِ “Malaikat Jibril selalu mewasiatkan kepadaku tentang tetangga, sampai saya kira ia mau menjadikannya sebagai ahli waris. Malaika...

Pandangan Nabi Muhammad Saw. Tentang Dunia

Sebagaimana yang diterangkan dalam sabdanya sebagai berikut: الدُنْيَا دَارُ مَنْ لاَ دَارَ لَهُ، وَمَالُ مَنْ لاَ مَالَ لَهُ، وَلهَا يَجْمَعُ مَن لاَ عَقْلَ لَهُ، وَيَشْتَغِلَ بِشَهَوَاتِهَا مَن لاَ فَهْمَ لَهُ، وَعَلَيْهَا يَحْزَنُ مَن لاَ عِلْمَ لَهُ، وَلَهَا يَحْسُدُ مَنْ لاَ لُبَّ لَهُ، وَلَهَا يَسْعَى مَن لاَ يَقِيْنَ لَهُ "Dunia adalah tempat orang yang tidak mempunyai tempat. Dan hartanya orang yang tidak mempunyai harta. Dunia dikumpulkan oleh orang yang tidak mempunyai akal. Dan disibukkan oleh orang yang tidak memahaminya; orang yang tidak mempunyai pengetahuan akan merasakan sedih. Dan orang yang tidak punya akan iri dengan dunia. Dan orang yang tidak punya keyakinan akan memperjuangkan atau mencarinya." Kaitannya dengan ini, Nabi juga bersabda yang artinya sebagai berikut: " Jika ia pergi mencari dunia sebatas kebutuhan anak kecilnya, maka ia berada di jalan Allah. Jika ia mencari dunia sebatas kebutuhan kedua orangtuanya yang sudah renta, maka ia akan berad...

Perkara Yang Melebihi Segalanya

Dalam suatu riwayat diterangkan, bahwa Ali Karramallaahu wajhah pernah ditanya sebagai berikut: مَا أَثْقَلُ مِنَ السّمَاء وَمَا أَوْسَعُ مِنَ الأَ رْضِ وَمَا أَغْنَى مِنَ البَحْرِ، وَمَا أَشَدُّ مِنَ الحِجْرِ، وَمَا أَحَرُّ مِنَ النَّار، وَمَا أَبْرَدُ مِنَ الزَّمْهَرِير، وَمَا أَمَرُّ مِنَ السُّمِّ؟ “Apakah yang lebih berat dibanding langit? Apa yang lebih luas daripada bumi? Apa yang lebih kaya jika dibanding dengan laut? Apa yang lebih keras daripada batu? Apa yang lebih panas dibanding api? Apa yang lebih dingin dibanding air Zamharir? Apa yang lebih pahit dibanding racun?” Lalu beliau menjawab sebagai berikut: البُهْتَانُ عَلَى البَرَايَا أَثْقَلُ مِنَ السَّمَاءِ، وَالحَقُّ أَوْسَعُ مِنَ الأَرْضِ، وَقَلْبُ القَانِعُ أَغْنَى مِنَ البَحْرِ، وقَلْبُ المُنَافِقُ أَشَدُّ مِنَ الحَجْرِ، وَالسُّلطَانُ الجَائِرُ أَحَرُّ مِن النَّارِ، وَالحَاجَةُ مِنَ اللَّئِيْمِ أَبْرَدُ مِنَ الزَّمْهَرِيْر، وَالصَّبْرُ أَمَرُّ مِنَ السُّمِّ "Berbohong kepada makhluk lebih berat daripada langit....

Kalimat yang Tertulis Dalam Harta Terpendam dan Anak Yatim Pada Zaman Nabi Musa as.

Sebagaimana firman Allah Swt. dalam surat Al Kahfi ayat 82 yang artinya sebagai berikut: "... ternyata dibawahnya terdapat kanzun (simpanan) untuk mereka (dua anak yatim) dan ternyata ayah mereka adalah orang shaleh." Dua anak yatim yang dimaksud disini bernama Ashram dan Sharim, sedangkan ayahnya yang dinyatakan sebagai orang yang shaleh tersebut bernama Kaasyih.  Dalam masalah kanzun ini, telah diriwayatkan dan Utsman bin Affan ra. dimana beliau menjelaskan yang artinya sebagai berikut: "Kanzun adalah lempengan emas yang diatasnya tertulis kalimat sebagai berikut: 1. Saya heran kepada orang yang tahu akan mati, tapi ia malah tertawa. 2. Saya heran kepada orang yang tahu bahwa dunia akan rusak, tapi ia justru mencintainya. 3. Saya heran kepada orang yang tahu bahwa semua urusan itu sesuai dengan ketetapan Allah, tapi ia masih bingung karena urusannya telah berlalu. 4. Saya heran kepada orang yang telah mengetahui adanya hisab, tapi ia malah senang mengumpulkan harta. 5....

Sebab Akibat Buruk yang Dapat Merusak Hati

Sebagaimana yang dikatakan oleh Sayyidina Ufnar ra. sebagai berikut: مَنْ كَثُرَ ضَحْكُهُ قَلَّتْ هَيْبَتُهُ، وَمَن اسْتَخَفَّ بِالنَّاسِ اسْتُخِفَّ بِهِ، وَمَن أَكْثَرَ فِى شَيْءٍ عُرِفَ بِهِ، وَمَن كَثُرَ كَلاَمُهُ كَثُرَ سَقْطُهُ، وَمَن كَثُرَ سَقْطُهُ قَلَّ حَيَاؤُه، وَمَن قَلَّ حَيَاؤُهُ قَلَّ وَرَعَهُ، وَمَن قَلَّ وَرَعَهُ مَاتَ قَلْبُهُ "Barangsiapa yang banyak tertawa, maka sedikit wibawanya. Dan barangsiapa yang meremehkan manusia, maka ia juga akan diremehkan (manusia yang lain). Siapa yang banyak melakukan sesuatu, maka ia dikenal oleh ahli sesuatu itu. Siapa yang banyak bicara, maka akan banyak pula salahnya; dan siapa yang banyak salahnya, maka sedikit perasaan malunya. Siapa yang sedikit perasaan malunya, maka sedikit pula wara'inya. Dan barangsiapa yang sedikit wara'inya, maka matilah hatinya." Tujuh sebab akibat buruk yang bakal dialami oleh manusia adalah sebagai berikut: Pertama, orang yang banyak tertawa, maka akan hilang wibawanya dan tidak akan di...

Ancaman Bagi Orang yang Bakhil

Diriwayatkan dari Abu Bakar Ash Shiddiq ra. ia berkata sebagai berikut: البَخِيْلُ لاَ يَخْلُو مِنْ إِحْدَى السَّبْعِ: إِمَّا أَنْ يَمُوْتُ فَيَرِثَهُ مَنْ يَبْذُلُ مَالَهُ وَيُنْفِقُهُ لِغَيْرِ مَا أَمَرَ اللّٰهُ تَعَالَى، أَوْ يُسَلِّطَ اللّٰهُ عَلَيْهِ سُلْطَانًا جَائِرًا فَيَأخُذُهُ مِنْهُ بَعْدَ تَذْلِيْلِ نَفْسِهِ، أَوْ يُهَيِّجُ لَهُ شَهْوَةً يُفْسِدُ عَلَيْهِ مَالَهُ، أَوْ يَبْدُوَ لَهُ رَأْيٌ فِى بِنَاءٍ أَو عِمَارَةٍ فِى أَرْضٍ خَرَابٍ فَيَذْهَبُ فِيْهِ مَالُهُ، أَوْ يُصِيْبَ لَهُ نُكْبَةٌ مِن نَكَبَاتِ الدُّنْيَا مِن غَرْقٍ أَو حَرْقٍ أَو سَرَقَةٍ وَمَا أَشْبَهَ ذٰلِكَ، أَوْ يُصِيْبُهُ عِلَّةٍ دَائِمَةٍ فَيُنْفِقُ مَالَهُ فِى مُدَاوَاتِهَا، أَو يُدْفِنُهُ فِى مَوْضِعٍ مِنَ المَوَاضِعِ فَيَنْسَاهُ فَلاَ يَجِدُهُ "Orang yang bakhil tidak akan selamat dari tujuh perkara, yaitu: Ia mati, kemudian hartanya diwarisi oleh orang yang membelanjakannya untuk keperluan diluar yang diperintahkan oleh Allah. Ia dikuasai oleh penguasa jahat yang merampas hartanya setelah menyakitinya...